Visi Pembangunan Pertanian
Terwujudnya Pertanian yang berwawasan Agribisnis dan Agroindustri
M i s i
Dalam rangka mewujudkan Visi tersebut di atas maka misi yang akan dilaksanakan  adalah :
1. Memenuhi kebutuhan bahan baku Agroindustri sekaligus memenuhi       ketersediaan bahan pangan masyarakat dalam mendukung Ketahanan Pangan
2.    Mengembangkan Usaha Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
T u j u a n
Dalam melaksanakan misi tersebut di atas maka dirumuskan tujuan tujuan sebagai berikut :
Meningkatkan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Meningkatkan  Usaha Agribisnis dan Agroindustri yang dikelola oleh Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan )
S a s a r a n
Dalam rangka mencapai tujuan dan misi yang telah dirumuskan, maka ditetapkan  Sasaran dan target yang akan dicapai dalam kurun waktu th 2011 s/d 2015 adalah sebagai berikut :
Sasaran Pertama : Meningkatnya Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Sasaran kedua :Terpenuhinya  data dan Informasi pendukung peningkatan produksi pertanian
Sasaran ketiga : Terpenuhinya  data dan Informasi pendukung pengembangan unit usaha agribisnis
Sasaran keempat  : Meningkatnya Unit  Usaha  Sarana Pertanian
Sasaran ke lima : Meningkatnya Unit Usaha Peningkatan Mutu Produk Segar Hasil Pertanian
Sasaran ke enam : Meningkatnya Unit  Usaha Pengolahan Hasil Pertanian
Sasaran ke tujuh : Meningkatnya  Pemasaran Produk Hasil Pertanian Segar maupun Olahan
Sasaran ke delapan : Meningkatnya  Lembaga Keuangan Tingkat Kelembagaan petani.

pengambilan ubinan 2.5 x 2.5 pada kegiatan SLPTT padi hibrida 
dan non hibrida tahun  anggaran 2011 yang dilaksanakan oleh petani
 bersama petugas pertanian kecamatan  pada tanggal 29 Maret 2012
 pada lahan Kelompok Tani Diponegoro Desa Ngadiluwih Kecamatan
Ngadiluwih Kabupaten Kediri.
hasil ubinan 2.5 x 2.5 padi hibrida (sembada) pada lahan sawah
milik Daroini warga Desa Ngadiluwih itu mencapai 5,7 kg. dengan
jumlah rumpun sebanyak 130 dan jumlah rata-rata anakan produktif 
per rumpun sebanyak 17 batang sedangkan produktifitas/ha mencapai
91 kw gkp.hal ini terjadi pada kondisi serangan potong leher ringan.
sedangkan pada lahan milik Imam Kambali (kelompok tani Ngadimulyo)
yang ditimbang berdasarkan seluruh hasil panen pada lahan seluas 100 ru 
produktifitasnya mencapai 14 kw .
atau setara 98 kw/ha. Pengambilan ubinan juga dilakukan pada lahan 
sawah milik Fatimah, namun kali ini ubinan pada varietas padi non hibrida
(Inpari 6) pengambilan ubinan dilakukan pada hari yang sama yaitu pada 
hari kamis tanggal 29 Maret 2012. Hasil ubinan 2.5 x 2.5 itu mencapai
 angka 6 kg. dengan jumlah rumpun sebanyak 156 sedangkan jumlah rata rata
anakan produktif per rumpun sebanyak 17 batang dengan produktifitas
per ha mencapai 96 kw/ha. gkp.
Sebagai pembanding ubinan juga dilaksanakan dengan cara kebiasaan
petani  yaitu dengan menimbang seluruh hasil panen pada lahan sawah 
mereka. Kali ini dilakukan pada lahan milik Huri, tanaman padi varietas 
Situbagendit pada lahan seluas 100 ru atau  1/7 ha menghasilkan 8 kw.
 sehingga produktifitasnya mencapai angka 56 kw/ha gkp.
yang juga pada keadaan terkena serangan potong leher ringan.
Secara umum mutu benih dan produktifitas padi hibrida maupun non hibrida 
yang diberikan oleh pemerintah dalam bentuk BLBU maupun SLPTT di
Desa Ngadiluwih dan Desa lain di wilayah Kecamatan Ngadiluwih cukup
baik  Tidak ada kendala yang berarti, semua lahan padi dapat berproduksi
dengan memuaskan meskipun secara umum terdapat serangan hama
penyakit ringan karena dampak perubahan iklim. ketersediaan agen hayati
dan obat kimiawi untuk hama penyakit yang diberikan oleh Dinas Pertanian
Kabupaten kediri kepada kelompok tani yg lahannya sedang mengalami
serangan hama dan penyakit dapat diserap dan diaplikasikan secara serempak.
Para petani juga sudah mulai tertarik,berminat dan menanam padi jenis
hibrida karena produksinya tinggi yang apa bila diusahakan secara baik
produksinya akan mencapai 14 ton/ha, disamping itu jenis hibrida rasa
nasinya juga mengalami perbaikan (tidak pera lagi)